Rabu, 02 Januari 2013

Profil dan riwayat singkat Sang Lady Rocker 'Nike Ardilla'

Berhubung ane fans Nike Ardilla dan kemaren hari lahirnya jadii,,ane kasih profil lengkap dan riwayat hidup sang lady rocker nih gann.. :D



Raden Rara Nike Ratnadilla Kusnadi
( Nike Ardilla )



 ( Queen of Indonesian Rock )




Tak banyak yang tahu bagaimana mendiang Nike Ardila merintis karier musiknya. Ternyata alumnus SMA Trimurti, khususnya eks 1-5, ikut andil dalam perjalanan karier penyanyi melankolis ini. Kok bisa?
JAUH sebelum dilambungkan Deddy Dores dengan lagu-lagu melankolisSeberkas Sinar, Bintang Kehidupan, Biarkan Cintamu Berlalu, Sandiwara Cinta, Nike kecil merintis karier dari panggung kecil ke panggung kecil yang lain. Niatya menekuni panggung tarik suara semakin serius setelah pada tahun 1985 menjadi Juara Harapan I Lagu Pilihanku TVRI dan Juara Festival Pop Singer HAPMI Kodya Bandung. Usia Nike waktu itu masih 10 tahun.
Gelar juara membuat Nike kian berambisi meretas karier. Bahkan mojang priangan ini berani tampil di Surabaya. Nah, waktu tampil di Taman Remaja Surabaya (TRS) itulah, ada bau-bau SMA Trimurti di sini. Maksudnya? Ya, dalam beberapakali show, Andisco dan Eko Kebo ikut mengawal penyanyi yang dulunya memakai nama Nike Ratnadila ini.

Eks 1-5 ini mengawal Nike lantaran sepupu Nike yang bernama Iwan, adalah teman main Andisco. Dan kebetulan Iwan yang tinggal di Jl Kanginan juga sering clubbing bersama eks 1-5. Dan ternyata, pengalaman manggung di Taman Remaja ini sangat penting bagi perjalanan karier Nike.
Tepat tiga tahun kemudian, 1988, sebuah album dirilis. Tak lama Nike kian mengundang perhatian. Karier Nike tambah bersinar setelah berkolaborasi dengan Deddy Dores yang pas banget dengan karakteristik vokal dan wajah melankolis Nike Ardila.
Yah, siapa sangka ada andil eks Smatri dalam karier Nike Ardila…


Biografi :
Raden Rara Nike Ratnadilla Kusnadi atau Nike Ardilla lahir di Bandung, Jawa Barat, 27 Desember 1975 dari pasangan R. Eddy Kusnadi dan Nining Ningsihrat. Dia adalah penyanyi rock Indonesia dan dijuluki sebagai Ratu Rock Indonesia (Queen of Indonesian Rock) atau lady rocker.
Pada tanggal 19 Maret 1995, kurang lebih pukul 06.15 pagi Nike Ardilla tewas dalam sebuah kecelakaan tunggal. Mobil Honda Civic berwarna biru metalik plat D 27 AK menabrak pagar beton bak sampah di jalan RE. Martadinata. Diperkirakan Nike tewas seketika, tetapi saksi yang berada disekitar lokasi kecelakan menuturkan Nike belum meninggal saat kejadian, baru dalam perjalanan ke rumah sakit Nike meninggal.
Nike mengalami luka parah di kepala dan memar-memar di dadanya. Nike yang saat itu bersama manajernya, Sofiatun, baru saja kembali dari diskotik Polo. Isu-isu negatif seputar kematiannya berkembang di antaranya menyebutkan bahwa Nike mengendarai mobil dengan keadaan mabuk, tapi kemudian kabar itu dibantah keras oleh pihak keluarga dan saksi kunci kecelakaan itu. Sofiatun mengatakan Nike hanya meminum orange jus. Hasil visum polisi menyebutkan tidak menemukan kadar alkohol dalam tubuh Nike.
Ada kesimpangsiuran tentang waktu kematian Nike Ardilla, menurut saksi kejadian itu terjadi pukul 3 pagi, tapi saksi lain mengatakan bahwa kecelakaan itu terjadi pukul 5.45 pagi, laporan resmi mengatakan bahwa waktu kejadian adalah pukul 06.15 pagi. Nike Ardilla dimakamkan pada sore itu juga, diantar oleh ribuan penggemarnya beserta para artis ibukota. Kematiannya menghebohkan dunia hiburan Indonesia, ditangisi para fans yang sampai beberapa hari setelah kematiannya masih setia berada di kediaman Nike Ardilla.
Menurut Atun yang bersama Nike berada di mobil itu, dalam perjalanan pulang Nike mengendarai mobil itu dengan tidak menggunakan sabuk pengaman. Mobil Nike berusaha menyalip mobil berwarna merah di depannya yang berjalan sangat pelan. Namun ketika menyalip, dari arah berlawanan muncul mobil Taft melaju kencang, Nike langsung menghindari mobil Taft tersebut dan membanting setir terlalu ke kiri sehingga menabrak sebuah pohon dan langsung terpental menabrak pagar beton bak sampah di kantor Usaha Pribadi di jalan RE. Martadinata, dan Nike menghembuskan nafasnya yang terakhir.
Walaupun sudah wafat akan tetapi Nike Ardilla Masih produktif mengeluarkan album, meskipun albumnya masih sama, hanya berganti cover saja. Selama sejarah entertainment Indonesia ada, hanya Nike Ardilla artis satu-satunya yang mendapatkan penghormatan paling tinggi dimana setiap tanggal kelahirannya dan kematiannya selalu diperingati. Boleh dikatakan hanya Nike Ardilla artis dengan pengaruh besar di industri hiburan Indonesia bahkan Asia. Nama Nike Ardilla mungkin bisa disejajarkan dengan Bruce Lee.

Awal Karier
Sejak kecil sudah mengawali karier dengan mengikuti berbagai festival menyanyi di Bandung, sampai kemudian bakatnya ditemukan oleh produser musik Deddy Dores. Karier musiknya di dunia hiburan pun dimulai.

Tahun 1987, Ibunya memboyong Nike Ardilla ke Himpunan Artis Penyanyi Musisi Indonesia (HAPMI) asuhan Djadjat Paramor. Di sana ia bertemu dengan Deni Kantong, guru menyanyinya, dan Deni Sabrie yang kemudian menjadi manajernya. Deni Kantong dan Sabrie memperkenalkannya pada Deddy Dores. Deddy membuatkan beberapa lagu untuk album pertama Nike yang bertajuk Seberkas Sinar yang terjual lebih dari 500.000 ribu kopi. Sebelumnya Deddy Dores juga sempat menyatukan Nike dengan dua anak didik Deddy dan Deni bernama Deni Angels bersama Cut Irna dan Lady Avisha.
Tahun berikutnya Nike merilis album keduanya yang bertajuk Bintang Kehidupan yang mendapatkan sambutan luar biasa, dan terjual dengan angka yang fantastis, yaitu 2 juta unit Selanjutnya Nike merilis album-album yang menjadi best seller. Album rekaman terakhir Nike Ardilla disaat hidupnya yang berjudul Sandiwara Cinta terjual sampai menembus angka 3 Juta kopi dan lima juta copy season.

Karier Nike Ardilla dalam dunia seni peran juga berjalan mulus. Nike bermain film Kasmaran yang dibintangi juga oleh Ida Iasya dan Slamet Rahardjo, 1987. Dan juga menjadi pemeran utama di Film Ricky Nakalnya Anak Muda bersama almarhum Ryan Hidayat pada tahun 1990 dan terus melahirkan film-film box office sepanjang periode akhir 80-an dan awal 90-an.

Nike Ardilla juga sukses dalam beberapa sinetron. Selain sebagai penyanyi dan bintang film, Nike Ardilla juga mengawali kariernya sebagai seorang model. Terbukti dengan menjadi pemenang Favorit pada ajang GADIS SAMPUL 1990.

Semenjak album perdana di rilis dipenghujung 1989. Nama Nike Ardilla masuk kejajaran artis papan atas dan diperhitungkan. Deni Sabri Management memang mempersiapkan Nike Ardilla untuk menjadi artis multi talenta, awal pembentukan Nike Ardilla menjadi artis memang disiapkan untuk menggantikan Cut Irna yang terkenal sebagai model, Mariam Belina bintang film papan atas, dan diva rock '80-an Nicky Astria. Jadi menurut Deni, Nike adalah perpaduan dari Nicky Astria, Meriam Belina, dan Cut Irna.

Bahkan sebelum album perdana sukses di pasaran, Nike sudah dilibatkan dalam produksi beberapa film box office di jamannya dan kegiatan yang berhubungan dengan modeling dan show di daerah-daerah dari aceh sampai papua. 1990 adalah awal dominasi Nike Ardilla di dunia entertainment sehubungan dengan sukses secara komersil album Bintang Kehidupan yang terjual 2.000.000 units.

Dilanjutkan dengan terpilihnya Nike Ardilla sabagai Gadis Sampul Favorit di ajang model yang sangat bergengsi. Konser jadwal tiap tahun penuh, tampil di acara-acara selebriti dan awards show, membintangi puluhan film box office, bintang iklan, cover majalah, dll. Bahkan ketika artis film banyak terjun ke sinetron, nama Nike Ardilla masih menjadi jaminan rating tinggi untuk sinetron yang banyak ditonton pemirsa.

Mungkin karier Nike Ardilla secara harfiah terbilang singkat 1989-1995, hanya 6 tahun. Tapi dalam waktu singkat tersebut kariernya begitu cemerlang. Dominasi di industri musik membuat banyak penyanyi yang mencoba mengikuti jejak kariernya terpaksa hanya bisa menjadi underdog dan Nike tetaplah di depan.
Penghargaan di industri musik untuk kategori album terlaris selalu dimenangkannya, seorang Nicky Astria dan Anggun pun tidak bisa berkutik dibuatnya. Bahkan album terlaris sepanjang sejarah bermusik Anggun, Tua-tua keladi dikalahkan di ajang BASF Awards 1990 kategori Best Selling Album yang dimenangkan Nike Ardilla untuk album Bintang Kehidupan.

Tidak hanya sampai di musik saja dimana konser dan album Nike laris manis, industri film tanah air pun tidak mau ketinggalan menggunakan Nike Ardilla sebagai pemeran utama di Film-filmnya. Puluhan film box office dihasilkan Nike, bahkan film daerah paling laris kabayan yang di bintangi Paramitha Rusadi sebagai tokoh wanita utamanya digantikan oleh Nike Ardilla bukti dominasi dan betapa popularnya Nike. Bahkan di sinetron dengan rating tinggi arahan sutrada Putu Wijaya, Mitha tampil hanya sebagai bintang tamu di 2 episode sinetron berjudul NONE dimana Nike adalah pemeran utamanya. Puluhan iklan pun telah dihasilkan Nike Ardilla. Melihat tersebut maka pantaslah dominasi Nike Ardilla tersebut tidak terbantahkan.

Dominasi tak terkalahkan bukan hanya dalam ranah persaingan di musik, film, dan model saja. Tapi Nike Ardilla merupakan artis yang mendominasi majalah/tabloid/koran gosip saat itu. Ketika artis-artis seangkatannya ingin mengikuti jejak langkah suksesnya. Mungkin nama Nike tetap menjadi jaminan berita laku. Apa yang Nike dan tidak Nike lakukan selalu diberitakan, dari gosip bohong soal narkoba sampai lesbian menjadi headline. Tapi tidak seputar itu saja, prestasinya pun tetap menjadi bahan pembicaraan media-media saat itu.

Kematian
Pada tanggal 19 Maret 1995, kurang lebih pukul 06.15 pagi Nike Ardilla tewas dalam sebuah kecelakan tunggal. Mobil Honda Genio berwarna biru metalik plat D 27 AK menabrak pagar beton bak sampah di jalan E. Martadinata. Diperkirakan Nike tewas seketika, tetapi saksi yang berada disekitar lokasi kecelakan menuturkan Nike belum meninggal saat kejadian, baru dalam perjalanan ke rumah sakitNike meninggal. Nike mengalami luka parah di kepala dan memar-memar di dadanya. Nike yang saat itu bersama manajernya, Sofiatun, baru saja kembali dari diskotik Polo. Isu-isu negatif seputar kematiannya berkembang diantaranya menyebutkan bahwa Nike mengendarai mobil dengan keadaan mabuk, tapi kemudian kabar itu dibantah keras oleh pihak keluarga dan saksi kunci kecelakaan itu. Sofiatun mengatakan Nike hanya meminum orange jus. Hasil visum polisi menyebutkan tidak menemukan kadar alkohol dalam tubuh Nike. Ada kesimpangsiuran tentang waktu kematian Nike Ardilla, menurut saksi kejadian itu terjadi pukul 3 pagi, tapi saksi lain mengatakan bahwa kecelakaan itu terjadi pukul 5.45 pagi, laporan resmi mengatakan bahwa waktu kejadian adalah pukul 06.15 pagi. Nike Ardilla dimakamkan pada sore itu juga, diantar oleh ribuan penggemarnya beserta para artis ibukota. Kematiannya menghebohkan dunia hiburan Indonesia, ditangisi para fans yang sampai beberapa hari setelah kematiannya masih setia berada di kediaman Nike Ardilla.
Menurut Atun yang bersama Nike berada di mobil itu, ditengah perjalanan pulang Nike mengendarai mobil itu dengan tidak menggunakan sabuk pengaman. Mobil Nike berusaha menyalip mobil berwarna merah di depannya yang berjalan sangat pelan. Namun ketika menyalip, dari arah berlawanan muncul mobil Taft melaju kencang, Nike langsung menghindari mobil Taft tersebut dan membanting setir terlalu ke kiri sehingga menabrak sebuah pohon dan langsung terpental menabrak pagar beton bak sampah di kantor Usaha Pribadi di jalan RE. Martadinata dan Nikepun tewas seketika.

Pengaruh
kematianya nama Nike Ardilla justru menjulang. Publik masih terus membicarakan Nike Ardilla. Majalah Asia Weekmenafsirkan Nike dalam sebuah kalimat satir “In Dead She Soared” atau “Dalam Kematian Dia Bersinar”. Setiap tahunnya ribuan penggemar yang tergabung dalamNike Ardilla Fansclub melakukan ritual khusus pada tanggal 19 Maret dan 27 Desember yaitu berziarah ke makam dan mengadakan acara mengenang Nike seperti memutarkan film-film Nike dan menyanyikan lagu-lagu Nike di Bandung, tempat kelahiran dan tempat berpulangnya Nike. Sebuah museum juga didirikan di Jalan Soekarno-Hatta, Bandung. Semua barang-barang Nike tersimpan disana, seperti pakaian yang dikenakannya saat kejadian dan replika kamar Nike Ardilla. Selain itu, hampir semua album rekaman lagu-lagu Nike berhasil memperoleh penghargaan, terutama dari segi penjualan. Dalam rentang waktu yang relatif pendek, dia berhasil mengembangkan demikian jauh popularitas dan fanatisme penggemarnya bahkan melampaui apa yang diperoleh penyanyi terkenal yang sudah berkiprah puluhan tahun di dunianya.
Di Sulawesi Barat terdapat pula rumah makan dengan nama Rumah Makan Nike Ardila yang berlokasi di Wonomulyo, Polewali Mandar. Setiap harinya di rumah makan ini diputarkan lagu-lagu Nike.

Prestasi
    Juara Harapan I Lagu Pilihanku TVRI – 1985,
    Juara 1 Festival Pop Singer HAPMI Kodya Bandung – 1985,
    Juara 3 Golongan Teruna Festival Penyanyi Indonesia,
    Populer Bandung 1986,
    Juara 1 Festival Musik 3 Warna se Jawa Barat – 1987,
    Pemenang BASF AWARD “Bintang Kehidupan” 1990,
    Pemenang BASF AWARD “Nyalakan Api” – 1991,
    Pemenang Asia Song Festival Shanghai China 1991,
    Pemenang BASF AWARD “Biarkan Aku Mengalah” – 1993,
    Pemenang Kaset Emas HDX “Biarkan Cintamu Berlalu” – 1994,
    Promotour Video Music Indonesia Yogyakarta 6 – 9 Oktober 1994,
    Video Klip Favorit VMI Bulanan Lagu Biarkan Cintamu Berlalu,
    Bintang Favorit Dunia Bintang tahun 1994-1995,
    Bintang Favotit Dunia Bintang versi wartawan tahun 1994-1995,
    Peraih Anugerah Emas Malaysia 1995 untuk album Duri Terlindung,
    Video Klip Favorit Tahunan (1994-1995) album Biarkan Cintamu Berlalu,
    Video Klip Terbaik Bulanan album Sandiwara Cinta April 1995,
    ANUGERAH HDX 1996 untuk album Suara Hatiku,
    Musik Mingguan Award 1996 kategori kaset terlaris untuk album Suara Hatiku,
    BASF Award 1996 untuk album Mama Aku Ingin Pulang kategori triple platinum,
    Penghargaan TVRI atas karya Nike Ardilla di belantika musik Indonesia,
    Video Klip Favorit VMI 1997 untuk lagu Panggung Sandiwara,
    Pemenang Kaset Emas HDX untuk Sandiwara Cinta – 1996.
Prestasi bidang model
    Sampul Majalah Sahabat Pena – 1986
    Juara 3 LA Clark Jeans Contest – 1989
    Juara Favorit GADIS Sampul 1990
    Sampul Majalah Populer 1990
    Sampul Majalah Djoko Lodang – 1991
    Sampul Majalah Mangle – 1991
    Sampul Majalah Kartini 1995
    Sampul Majalah URTV Malaysia – 1995
Diskografi
    Album Seberkas Sinar 1990
    Album Bintang Kehidupan – 1990
    Album Nyalakan Api – 1991
    Album Matahariku/Izinkanlah – 1991
    Album Biarkan Aku Mengalah 1993
    Album Duri Terlindung 1994
    Album Biarkan Cintamu Berlalu 1994
    Album Sandiwara Cinta – 1995
    Album Mama Aku Ingin Pulang – 1995
    Album Suara Hatiku – 1996
Singles released
    Star Of Life (bintang kehidupan english version) 1992
    Tinggalah kusendiri 1993
    Deru Debu (radio released)
    Cinta Kita 1995
    untuk Apa Lagi 1995
    Biarkanlah 1996
    Cinta Diantara Kita 1997
    Panggung Sandiwara 1997
    Ingin Kulupakan 1998
    Belengu Cinta 2000
Album kompilasi
    Bandung Rock Power 1988
    Gadis Foto Model 1989
    Album Ost Pocong – 1996
    BEST OF THE BEST VOL.1 -1999
    BEST OF THE BEST VOL.2 -2000
    BEST BEAT -2002
Singles soundtrack
    Ost Nuansa Gadis Suci 1992
    Ost Nakalnya Anak Muda 1992
    Ost Aksara Bisu 1992
    Ost Lupus 1992
    Ost Deru Debu 1994
Filmografi
    Kasmaran-1987
    Kabayan Saba Kota-1988
    Gadis Foto Model-1989
    Ricky Nakalnya Anak Muda-1990
    Lupus 4 – 1990
    Kabayan & Anak Jin-1991
    Cinta Anak Muda-1991
    Olga & Sepatu Roda-1992
    Kabayan Saba Metropolitan-1992
    Tiga Kamar Perawan-1992
    Kembali Lagi-1994
    Pocong-1996

Sinetron
    Perkawinan Pilihan – 1990
    Gara-Gara – 1990
    Pelangi Di Hatiku – 1991
    Bunga Kampus 1992
    Sukreni Gadis Bali 1993
    Trauma Marissa 1994
    Ceplas-Ceplos 1994
    Saputangan dari Bandung Selatan 1994
    None – 1994
    Warisan I & II 1995
    Jalur Putih – 1995
    Mentari Di Balik Awan – 1996
    Mutiara Cinta – 1996
Iklan
    Belia – 1993
    Sunsilk – 1993
    Vicee 500 – 1994
Penghargaan
    Penghargaan dari PT.POS INDONESIA dengan diterbitkannya kartu pos dan sampul surat peringatan setahun wafatnya Nike Ardilla pada pameran filateli remaja sedunia tahun 1996
    Diterbitkannya prangko Nike Ardilla oleh dua negara bagian Rusiayakni Abkasia dan Tauva tahun 1996 (prangko artis dunia diantaranya Michael Jackson, Madonna, Marilyn Monroe, Elvis Presley).
Trivia
    Tinggi badan Nike Ardilla adalah 1.68 meter dan berat 47 kilogram.
    Hobi Nike Ardilla adalah musik, berenang, dan badminton.
    Makanan kesukaannya adalah hamburger, mie bakso, jengkolgoreng.
    Minuman kesukaannya adalah Coca-Cola, Yogurt.
    Nike mempunya beberapa nama kecil antara lain Nike, Neneng, Keke, dan Amoy.
    Mobil Honda Genio yang dipakai Nike saat kecelakaan berhasil dilelang seharga Rp 100 juta oleh seorang gadis bernama Lia Nathalia yang kini juga menjadi penyanyi.
    Pada acara 40 hari meninggalnya Nike Ardilla diadakan doa bersama di gedung Balai Sartika Bandung pada tanggal 26 April1995. Acara yang merupakan bagian dari peringatan empat puluh hari meninggalnya Nike Ardilla dihadiri sekitar 200-an tamu undangan, termasuk puluhan artis ibu kota yang khusus datang dengan dua bus besar serta rekan-rekan dari PAPRI dan HAPMIJawa Barat. Dalam peringatan ini hadir pula keluarga Nike.
    Pada 40 hari itu juga, makam Nike dikunjungi oleh lebih dari lima ribu penggemar.
    Bangunan makam Nike boleh dibilang amat megah. Tak berbeda dengan makam toko-tokoh nasional yang amat penting, makam Nike juga dilindungi bangunan cukup berundak-undak yang terbuat dari beton yang atapnya disangga empat pilar kokoh. Makamnya sendiri seluruhnya dilapis oleh kayu yang khusus di datangkan dariKalimantan Timur. Makamnya juga di pagari tembok yang penuh tulisan kata-kata kenangan untuk Nike Ardilla, termasuk puisi dan doa-doa dari penggemar.
    Sepanjang karirnya, Nike telah menjual album yang kesemua albumnya mendapatkan multiplatinum, rata-rata terjual diatas satu atau dua juta kopi, kecuali album pertama yang ‘hanya’ terjual 500 ribu kopi. Bahkan setelah kematiannya terus bermunculan album-album berisi kumpulan lagu Nike Ardilla yang semuanya diperkirakan berjumlah 40 buah album.
    Nike Ardilla menjadi satu-satunya artis Indonesia yang kematiannya selalu diperingati oleh para fansnya. Diluar hal semacam ini terjadi pada Jhon Lennon, Marlyn Monroe, atau Bruce Lee.
    Nike Ardilla menjadi satu-satunya artis dengan penjualan album terbanyak sepanjang masa di Indonesia, data terakhir sudah terjual lebih dari 25 juta kopi album Nike yang terjual, termasuk penjualan di Malaysia dan negara-negara lainnya.
    Nama panggung Nike Ardilla sebelumnya adalah Nike Astrina yang diambil dari nama seniornya, Nicky Astria, Ini karena corak musik keduanya sama dan Nicky Astria juga adalah besutan Deddy Dores
    Video klip sandiwara cinta versi kedua atau lebih dikenal oleh para fansnya sebagai “versi Monroe” adalah video klip terakhir Nike semasa hidup dan disutradarai oleh Rizal Mantovani. Menampilkan Nike yang sekilas terlihat seperti idolanya, Marylin Monroe. Syutingnya dimulai 10 hari sebelum Nike tewas. Video ini sebetulnya belum selesai digarap, namun karena Nike kemudian tewas, Rizal mengubahnya menjadi seperti sebuah video dokumenter Nike sepanjang karirnya. Setelah kematiannya, video klip lagu Nike Ardilla biasanya menampilkan model yang mempunyai mirip dengan dirinya.





CURAHAN HATI IBUNDA NIKE ARDILLA
Kepergian Nike Ardilla meluluhlantakkan perasaan ibundanya, Ny.Nining Kusnadi."Ya, Allah...tak adakah cobaan yang lebih ringan buat saya?" katanya sambil mengusap foto Nike -pesanan Almarhumah- dari majalah KARTINI. Dengan duka yang mendalam Nyonya Nining menuturkan pengalaman hidupnya bersama sang bintang Nike Ardilla. Seandainya saya bisa mengatur suara suara,tak ingin rasanya saya mendapat berita meninggalnya putri saya,Nike Ardilla.Namun berita duka itu semakin santer dan menjadi kenyataan.
Pada tanggal 19 Maret 1995 pukul 06.00 WIB, telepon berdering di rumah kami. Di seberang sana,seseorang yang mengaku polisi mengucap, "Assalamualaikum..... putri anda,Nike Ardila mengalami musibah dan kini berada di rumah sakit....."
Karena terbiasa mendapat berita semacam itu,saya berusaha tetep tenang."Anda siapa? Bisakah saya mendapat nomor telepon anda?" Suara di "seberang sana" menyebutkan sederet nomor,tetapi pikiran saya tak bisa lagi terkonsentrasi.Entah mengapa,sekujur tubuh ini menjadi begitu lemas. Tiba tiba saja,perasaan saya seperti melayang.Rasanya kedua kaki ini tak lagi berpijak di bumi.....Begitu tersadar,saya telah berada di rumah sakit.

Di hadapan saya, Neng (panggilan sayang Nike Ardilla di rumahnya) terbaring. Kepalanya penuh luka dan dadanya memar. "Neng,kenapa kamu,Nak? Cepatlah bangun.Ayo kita pulang!" kata saya.Tetapi Neng diam saja. Tubuhnya kaku dan ia tak menjawab. Ya Tuhan, kuatkan hati saya! Saya ingin menolong anak saya!" Tetapi tangan saya seperti lunglai.
Pukul 09.00 WIB,jenasah Neng tiba di rumah kami.Air mata ini tak terbendung lagi,"Kenapa Neng tega meninggalkan Mami? Neng, coba lihat Mami! Mami sayang kamu Nak!" Tapi anak itu diam saja. Saya seperti sukar percaya kalau Neng "BUNGA" keluarga kami benar benar telah berpulang......

Sampai detik ini, rasanya saya tidak percaya Neng sudah tiada.Kayaknya dia sedang pergi show atau syuting.Tapi kalau sadar dia sudah tiada, batin ini rasanya ingin menjerit. Saya benar benar kehilangan dia.Sempat beberapa kali saya protes pada Tuhan,kenapa secepat itu Dia memanggil anak perempuanku satu satunya.Tapi akhirnya saya ini sudah kehendak-Nya.
Kini saya hanya bisa menatap foto Neng yang seolah tersenyum manis untuk ibunya.Sering saya duduk lama di kamarnya sambil menangis. Kalau sudah begitu,anak anak dan saudara saya mencoba menghibur.Ya...saya tak boleh terus terusan larut dalam kesedihan.Pelan pelan saya mulai yakin dan makin yakin....Neng sudah bahagia di sisi-Nya.

Dimata kami dan kakak kakaknya,Neng gadis yang manja dan ceria.Kami hampir tak pernah melihatnya bersedih.Kalau kutanya,"Neng ada masalah apa? Kok lesu amat?"Pasti jawabnya,"Nggak ada apa apa.Mami tenang tenang aja.Everything is okay!"

Meski manja,Neng selalu berusaha menyenangkan hati kami.Kelahirannya pun sebetulnya adalah kebahagiaan tersendiri bagi kami.Saya dan suami,memang sudah lama berdoa memohon agar kami dikaruniai anak perempuan yang saleh,dan menyenangkan hati orang tua.Maklum,dua anak kami sebelumnya laki laki.Saat itu kami masih tinggal di daerah Kebon Sirih,Bandung. Disana banyak pramugari yang kost.Mereka cantik cantik.Saya sering bilang sama suami,"Pi,aku ingin anak kita geulis kayak anak anak itu."

Saking kepengennya punya anak perempuan,segala usaha kami lakukan.Termasuk memakai "pancingan" seperti nasihat orang.Kebetulan bibi saya melahirkan bayi perempuan.Anak itu kemudian saya asuh sampai umur 6 bulan.Tak lama kemudian,saya mengandung Neng.Selama kehamilan sampai persalinan semua berjalan lancar.

Tanggal 27 Desember 1975,lahirlah Neng di RS Ibu Emma,Bandung.Kebahagian saya sungguh tak terlukiskan.Suami saya tak sempat hadir saat itu karena sedang bertugas di Jakarta.Tapi ia melonjak gembira saat kami mengabarkan anaknya perempuan.
Sepertinya begitu lahir,Neng sudah membawa keberuntungan.Contohnya,jatah dari kantor suami hanya cukup untuk perawatan di kelas II,tapi begitu Neng lahir,kami mendapat rezeki,hingga saya bisa pindah ke kelas I.

Neng tumbuh dan berkembang seperti anak anak lainnya.Bedanya sejak kecil Neng suka difoto.Tiap habis mandi,dia selalu minta difoto.Kalau tidak dipenuhimdia bisa menangis sampai menjerit jerit.Terkadang biar tenang,suami saya cukup berpura pura memotretnya.Kami sampai meledek,"Ih,si Neng kecil kecil udah genit," biasanya dengan mimik lucu dan suara cadel,Neng menjawab,"Biarin..kalau sudah besar kan Neng mau jadi pagarwati." Maksudnya peragawati.
Waktu masuk TK,Neng selalu jadi pusat perhatian bila ikut karnaval.Habis tampangnya lucu dan menggemaskan.Kalau ditanya,"Neng bisa nyanyi nggak?" Langsung dia mengiyakan.Dia paling senang mendendangkan lagunya Iis Sugianto..."Masihkah kau ingat ...sayang..." Ah,rasanya semua itu seperti terjadi baru kemarin.

Bakat nyanyi yang dimililiki Neng sangat menonjol.Atas saran beberapa orang,Neng saya masukan ke Himpunan Artis Bandung di daerah Tegallega.Tiap ada hajatan,atau perayaan di kantor ayahnya,ia pasti tampil. Sejak itulah dia menyanyi sampai sekarang (Ingat!!! sampai sekarang Nike Ardilla tetap bernyayi.). Heran juga kalau melihat keluarga kami tak ada yang berdarah seni.

Meski sudah jadi artis yang sukses,di rumah ia tetap seperti anak anak lain.Tiap pulang ke Bandung,pasti Neng telepon ke kiri kanan,ngumpulin teman temannya.Begitu kumpul,lagu metal distel,dan tukang bakso dipanggil.Lalu mereka ngerumpi sambil makan bakso dan dengerin lagu.
Tiap ke rumah,Neng selalu minta saya masakin," Mami bikin sambal dong," hobby Neng memang makan sambal dengan ikan peda,tahu,serta lalap jengkol.Kata Neng,dia udah bosan makan di restoran.Makanya tiap pulang,pasti ia minta dimasakin itu.

Kemanjaan Neng juga tidak berkurang.Sering selagi saya dan suami tidur,datang Neng ke kamar," Minggir- minggir ,Neng mau tidur di tengah." pintanya.Kadang kami goda dia," Ih,gimana kalau nanti Neng sudah punya suami ,terus diganggu sama anaknya kayak begini?" Paling palin ia menjawab,"Biarin aja,itu kan nanti.Yang penting,sekarang Neng mau tidur di sini."

Neng juga termasuk anak yang berjiwa sosial.Kalau memberi sesuatu ia tak pernah ngomong ngomong.Sering saya ingatkan,agar jangan terlalu royal tanpa perhitungan.Tapi dia bisa saja berdalih," Yang namanya rezeki itu,datangnya ada aja,Mi." Kalau saya ingatkan untuk menabung demi masa depannya,dia bilang,urusan rumah tangganya adalah tanggung jawab suaminya kelak." Pokonya mamih ga usah kuatir,Neng tau batasnya kok," bujuknya.
Pada orang tua dan saudaranya pun Neng sangat royal." Kalau papi atau Mami gak punya duit,bilang saja yah."Katanya selalu.Sering Neng memberi uang,entah sejuta atau dua juta rupiah.Pendeknya tiap dapat rezeki,ia tak lupa pada kami.Malah beberapa kali dia meminta ayahnya untuk berhenti bekerja," Papi kan sudah tuamntar Neng aja yang menaggung semuanya."

Kepada kami,Neng selalu terbuka.Waktu santer diberitakan mabuk mabukan,kami sempat menanyakannya pada dia.Menurutnya tuduhan itu tidak benar."Neng memang minum,Mi.Tapi cuman sedikit.Itu pun cuma untuk pergaulan.Pokoknya nggak usah khawatir.Neng nggak akan emnyengsarakan papi dan mami kok,"sahutnya.

Sejak Neng masih kecil,kami selalu menanamkan ajaran agama yang kuat.Neng juga sering membaca buku buku tentang agama.Misalkan,buku yang menggambarkan suasana di neraka.Juga cerita cerita tentang orang tua yang susah masuk syurga karena anaknya nakal.Jadi,Neng takut kami sengsara bila kelak sudah tiada.Makanya dia rajin berbuat baik dan bersedekah.

Sabtu 18 Maret 1995 siang,Neng menelpon saya," Mami,Neng ntar pulang agak maleman karenya syutingnya belum kelar." katanya.Sempat saya tanya dengan siapa dia pulang.Katanya diantar sopir,sempat pula saya berpesan,"Hati hati di jalan."

Sekitar pukul 22.00,Neng datang bersama Atun.Waktu dia masuk,saya sedang santai di ruang tengah."Badan Neng kok kurusan?" tanyaku." Mami,kalau di film itu ada peran gemuk dan peran kurus,ini kebetulan Neng harus tampil kurus," jawabnya.
Dia juga balas bertanya," Mi,Neng cantik apa nggak sih?" Kujawab," Kamu mah geulis." Eh dia masih belum puas." Cantik mana sama Marllyn Monroe?" Saya jawab lagi," Lebih cantik Neng atuh,kalau Marllyn mah orang bule.Neng asli sunda." Lantas dia tertawa.

Setelah itu dia masuk kamar mencari kaset Terlanjur Sayang - nya Memes.Dilihatnya foto dirinya yang sedang merentangkan tangan. "Lucu yah Mi,Neng berfoto pakai gaya Superman.Cuma Neng yang bergaya seperti ini,"ujarnya sambil tertawa.Tak lama kemudian,dia memanggil Atun dan menanyakan bajunya.Herannya,Atun cuma diam aja di pojok kamar.
Saya lihat Neng memilih milih baju.Diambilnya kaos merah,celana hitam,dan sepatu merah.Usai berdandan dia kembali bertanya, "Mami,pantas nggak Neng pakai baju ini?" Saya bilang,Neng pakai baju apa saja juga tetep pantes.Setelah itu, Neng pamit karena ada jannji dengan temannya nonton acara pemilihan model sampul majalah.Katanya ada group Java Jive.

Nah.....saat mau pergi,entah mengapa mobilnya susah hidup.Neng sempat ngomel," Uh,apa sih yang rusak?" Akhirnya mesin mobil itu menyala juga.Tapi Neng seperti nggan berangkat.Malah dia memanggilku."Tunggu apalagi Neng.Pergi saja.Tapi hati hati dijalan,jangan ngantuk." pesan saya.Oh iya,sebelum benar benar berangkat,Neng sempat meminta maaf." Mami,maafin Neng yah.Selama ini Neng banyak bohong sama Mami.Bilang mau syuting,padahal maen.Bilang mau pemotretan padahal jalan jalan,"Katanya. " Gimana mau masuk Syurga atuh,kalau Neng banyak dosa sama mamih mah."Goda saya.Sempat pula dia bilang,bahwa dia gak bakalan keluar malam lagi setelah saya tegur.Dia bilang,ini adalah "acara keluar malam" nya yang terakhir.

Esoknya.....Minggu 19 Maret 1995,saya menunggu Neng.Soalnya dia janji hari itu mau mengajak saya jalan jalan ke kebun raya Bogor,sekalian mau main ke rumah Nia Zulkarnaen untuk mengucapkan bela sungkawa.Tapi sampai jam 06.00,dia belum juga datang.Tak lama kemudian telepon berbunyi,dan datanglah kabar duka itu.........

Neng kini sudah saya ikhlaskan walau pun terlalu cepat dia pergi.Saya sadar,ini sudah kehendak-Nya.Saya ucapkan terima kasih pada mereka yang sudah membantu kami selama ini,maupun yang menyampaikan bela sungkawanya,kami sekeluarga mengucapkan banyak terima kasih dari lubuk hati yang paling dalam.
Terima kasih juga kepada beberapa gadis yang datang ke rumah kami dan meminta kami mengangkat mereka sebagai anak,menggantikan Neng.Hanya saja,saya belum berfikir sejauh itu,nanti sajalah.Sebab bagiku,tak seorang pun mampu menggantikan kedudukan Neng dihati kami.
( source : http://www.nikeardilla.net )




Ribuan Penggemar Berdoa di Makam Almarhumah Nike Ardila
Minggu, 20 Maret 2011 - 21:45 WIB
BANDUNG (Pos Kota) – Massa penggemar penyanyi asal Kota Bandung, almarhumah Nike Ardila berdatangan ke Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, untuk mengenang 16 tahun meninggalnya penyanyi yang melejit di tahun 1990-an. Dalam kurun waktu dua hari (Sabtu-Minggu) massa yang tergabung dalam Nike Ardila Fans Club (NAFC) berkumpul di makam sang penyanyi di daerah Imbanagara, Kabupaten Ciamis.
Tak sedikit mereka yang menginap di Padepokan Nike di kabupaten tadi. Mereka datang dari Bandung, Sumedang, Garut, Tasik, Bekaksi, Karawang, Cirebon, Yogyakarta, dan Cirebon. ” Karena ada penginapan di areal pemakaman sang penyanyi, tak sedikit penggemar pun menginap di tempat itu,” kata sejumlah warga di Imbanagara, Ciamis, Minggu sore.
Yuni,36, penggemar Nike asal Bandung, menjelaskan puncak acara 16 tahun mengenag Nike berlangsung Minggu (20/3) yang dipusatkan di Ciamis. Mereka selain berkumpul dan silaturahmi juga mengadakan kegiatan berupa doa bersama dan tausiah yang dilakukan di areal pemakaman Nike di Kampung Lebak Lipung, Imbanagara. para penggemar yang terakhir datang ke Ciamis sebagian besar dari Jakarta dan sekitarnya.
Mereka datang menggunakan dua bus kemudian langsung berdoa di makam Nike. Kegiatan mengenang Nike tahun ini, lanjut dia, tak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. penggemar sebelum ke Ciamis mereka berkunjung ke Museum Nike di Jalan Soekarno-Hatta Bandung.
“Usai ke Museum kami melanjutkan perjalanan ke Jalan Riau, dimana Nike mengalami kecelakaan lalu lintas enam belas tahun lalu. dari TKP kecelakaan perjalanan dilanjutkan ke Ciamis,” kata dia.
Penyanyi fenomenal asal Bandung, Nike Ardila yang melejit lewat lagi “seberkas sinar” meninggal akibat kecelakaan lalulintas di Jalan Riau (RE Martadinata Bandung) menjelang dinihari. Nike meningal setelah sedan genionya, oleng kemudian menabruk tembok di jalan tadi. Meski insiden itu berlangsung belasan tahun lalu, namun penggemar Nike hingga kini masih setia merayakan dan mengenamg almarhumah.
(dono/sir)
(source : http://poskota.co.id )


Archive for the ‘Titisan Nike Ardilla’
Sejak umur 3 tahun, Nafa Indria Urbach (14) sudah hobi menyanyi.
“Kalau ada penyanyi di teve, dia suka ikut2an nyanyi di depan layar, dengan
pakai selendang,” kenang Nenen Urbach (40), sang ibu, yang ikut menemani
putrinya wawancara. Setelah masuk SD, bakat nyanyi Nafa makin kental. Ia bergabung dengan grup Kidrock yang semua personelnya anak-anak SD. “Saya memang suka ngerock,” aku siswi kelas 2 SMP Kanisius Pendowo, Magelang (Jateng) ini.

Bersama Kidrock, Nafa sudah mencicipi rasanya showke berbagai daerah. Dalam salah satu pertunjukkan, Nafa bertemu Denny Sabri.
“Waktu itu umur saya 9 tahun,” kenangnya. Rupanya, Denny tertarik pada potensi Nafa. Seusai pertemuan itu, ia menghubungi orang tua Nafa dan minta izin hendak mengorbitkan putri mereka sebagai penyanyi.
Ternyata orang tua Nafa tak keberatan. Mereka malah mendukung niat itu. “Bakat nyanyi Nafa memang besar,” kata Neneng yang sebelumnya pernah memasukkan Nafa ke Bina Vokalia Yogyakarta, serta meyertakan dalam lomba
karaoke dan kontes model.
Kebetulan pula, “Cita-cita saya memang jadi penyanyi terkenal,” ujar Nafa. Klop sudah.

Semasa dibina Denny itulah, Nafa berjumpa Nike terjadi Desember lalu di Jakarta. “Pertama kali saya ketemu Kak Nike, dia sudah mulai ngetop dengan lagu Seberkas Sinar.
“Sejak itu kami makin akrab seperti adik kakak saja. Tiap kali main ke Bandung, saya selalu tidur di rumah Kak Nike,” ungkap Nafa sambil tersenyum manis.
Bagi Nafa, Nike juga seorang teman yang baik. “Kak Nike tak pernah memilih-milih teman”.

Pertemuan terakhir Nafa dengan Nike terjadi Desember lalu di Jakarta.
“Kami berjumpa di studio Jackson Records, saat kak Nike menyelesaikan album Sandiwara Cinta.
Nah waktu itu, dia bilang sama saya, ‘Nafa, kamu rekaman yang bagus ya. Supaya kelak bisa ganti’in kak Nike’, kisah Nafa menirukan ucapan Nike.
Meski demikian, Nafa mengaku enggan dijuluki sebagai pengganti Nike Ardilla, tak peduli Dedy Dore$ pun pernah melontarkan julukan itu untuknya.
“Aduh, julukan seperti itu malah membebani saya. Dan tentunya juga bagi fans Nike. Tapi kalau dibilang meneruskan jejak Kak Nike, kayaknya nggakapa-apa”.
Kini Nafa bertekad memantapkan diri di dunia rekaman. Baginya, dunia panggung atau rekaman sama saja.
“Bedanya, di studio lebih capek, karena nyanyinya harus di ulang-ulang.
Bisa sampai ratusan kali lo, kalo dihitung,” ujarnya sambil tertawa.
Perbedaan lain, untuk rekaman, Nafa lebih suka membawakan jenis Slow Rock.
“Apalagi kalau lagunya ciptaan om Dedy Dore$,” tambahnya.
Sebuah album telah dirampungkan Nafa. Dan sekarang ia sedang dalam proses menyelesaikan album kedua,
yang masih didominasi lagu-lagu ciptaan Dedy Dore$. “Khusus untuk album kedua ini, saya cuma pakai Nafa. Tanpa Urbach,” ungkapnya.
Biar lebih hoki ya?

DIANGGAP ADIK OLEH NIKE       
Hubungan Nafa dengan Nike ternyata bukan sebatas sebagai penggemar dan idola.
Perkenalan keduanya terjadi sekitar tahun 90 di Purwokerto di sebuah pertunjukkan.
“Saat itu Nike jadi penyanyi utama dan saya jadi bintang tamu. Kesan pertama saya, Nike orangnya cantik dan baik,” kenang Nafa.
Pertemuan itu makin berkesan tatkala dalam acara yang sama, Nike bersedia duet bareng Nafa.
“Sampai kapanpun saya nggak akan melupakan pengalaman itu, saat itu kami menyanyikan bersama I Don’t Want To Talk About It.
Rasanya sungguh bahagia bisa berduet dengan penyanyi pujaan saya,”
Dengan mata berbinar, siswi SMP Kasnisius Pendowo Magelang ini kembali menuturkan,
hubungannya dengan Nike makin akrab sejak melantunkan tembang yang di populerkan Rod Stewart ini.
Saking akrabnya, “Nike sampai menganggap saya sebagai adiknya. Begitu pula Mamih (panggilan Nafa pada ibu Nike) yang menganggap saya seperti putri sendiri,”.
Pernah, kisah Nafa “Mamih jauh-jauh ke Magelang naik kendaraan umum, hanya karena ingin memberikan kostum panggung Nike buat saya.
Katanya, baju itu cocok buat saya kalau show.
Berkat tangan dingin Denny, lahirlah album pertama Nafa, Bagai Lilin Kecil(karya Deddy Dore$) yang sempat laku 150.000 kaset.
Termasuk sukses untuk ukuran sebuah album perdana. Malah kata Nafa, “Album ini sebenarnya bisa lebih laris lagi. Tapi saat itu penjualannya berbarengan dengan lagu-lagu Nike Ardilla, Jadi ya.., kalah.”
Nafa sendiri adalah pengagum mendiang Nike Ardilla. Malah, jauh-jauh hari ia sebetulnya sudah diproyeksikan bakal sebagai pengganti Nike.
“Kata produser, saya mau diarahkan sebagai gantinya Nike, seandainya Nike telah berumah tangga (baca: menikah),” ungkap Nafa terus terang.
Sekalipun demikian, anak ke-2 dari 3 bersaudara ini tegas-tegas menolak disamakan dengan Nike. “Saya tetap Nafa Urbach,” cetusnya seraya tersenyum manis.



Lia Nathalia Luncurkan Album Baru
Nama Lia Nathalia, bagi sebagian besar fans berat almarhum Nike Ardilla, mungkin sudah tak asing didengar. Gadis berdarah Sunda ( Menado ah kalo gaksalah??)kelahiran Jakarta, 9 Desember 1981, ini disebut-sebut mempunyai kemiripan dan juga keterkaitan dengan Nike.
Sebagai penggemar berat dan mengidolakan secara luar biasa penyanyi pop Nike Ardilla. Ia juga mendirikan kelompok penggemar ‘Nike Ardilla Fans Club’, yang diklaimnya sebagai masih ada dan aktif sampai sekarang.
“Nike Ardilla Fans Club masih ada, bukan hanya di Jakarta tetapi juga di sejumlah kota besar lain,” katanya.

Selain itu, pernak-pernik kehidupan Nike juga masih melekat padanya, seperti mobil Civic Genio bernomor D 27 AK yang menghantarkan nyawa sang legendaris, masih digunakan, demikian juga tali silaturahmi dengan keluarga Nike di Bandung dan Ciamis masih terjalin harmonis hingga sekarang.
Jika pada pada akhirnya Lia menelurkan album (1995), Selamat Tinggal KekasihHanya Satu Cinta (1998) dan Permata Cinta di tahun berikutnya, hal itu tak lain adalah sebagai bentuk kesetiaan pada sang idola. Warna-warna lagu Lia masih ’satu bingkai’ alias memiliki kesamaan dengan lagu Nike, yakni ‘pop slow rock’ bernuansa ‘mellow’ romantis.
Meski demikian, Lia tak ingin disamakan dengan Nike. “Nike tak tergantikan oleh siapapun, termasuk karakter suaranya yang khas. Dan saya adalah saya yang tak ingin main-main jika berbuat sesuatu dalam banyak hal, termasuk urusan olah vokal,” tuturnya. Dan bersamaan dengan peresmian SPAINDO di White & Rose Cafe, Rabu (30/5), dimana Lia duduk sebagai public relation, album baru kembali diluncurkan setelah empat tahun vakum. Bertitel How Much I Love You, Lia ingin memancing rasa kangen banyak orang untuk bernostalgia dengan jenis lagu dan musik yang bernuasa beda di saat sekarang ini.

“Fashion pun hidup seperti roda pedati selalu berputar, dari satu jaman ke jaman. Begitu juga soal lagu, boleh jadi lagu-lagu bernuansa klasik dengan penambahan pernak-pernik aransemen di sana-sini akan menjadi lebih elegan untuk didengar saat ini,” ujar Lia mengomentari album barunya.
Lima dari sepuluh lagu yang ada dalam How Much I Love You adalah tembang lawas milik Nike Ardilla, Nia Daniaty dan Betharia Sonata. Hanya saja di-aransemen baru. “Saya selalu up date soal jenis musik dan lagu. Jika album ke-4 ini masih kental dengan warna yang kemarin mencoba melawan arus untuk sekarang ini, ya kenapa tidak,” kata pemilik nama lengkap Christine Nathalia Makaenas ini.
Meski sudah berusaha membuang jauh-jauh dari khas Nike, ternyata hal itu masih tetap terbawa. Dan ini diakui Lia. “Apalagi saya ini memang penggemar berat Nike Ardilla dan lagu yang diciptakan masih produk kang Deddy, ya bagaimana dong? Paling tidak saya sudah beda dalam cara menyanyikannya.”








Lia Nathalia Dibayangi Almh. Nike Ardilla


NAMA almarhum Nike Ardila memang tidak akan pernah hilang dari pecinta musik di tanah air. Dan sosok Lia Nathalia selama ini memang dikenal dekat dengan almarhum pelantun tembang Bintang Kehidupan tersebut.

Tidak heran, wanita yang sudah mempunyai empat album tersebut disebut-sebut mempunyai kemiripan dan keterkaitan almarhum Nike Ardilla.
“Sosok almarhum Nike Ardilla memang tidak bisa tergantikan oleh siapa pun. Dia penyanyi yang luar biasa dan mempunyai kelebihan di bidang akting. Kami hanya menjaga dan melestarikan apa yang dipunyai almarhum,” tukas wanita kelahiran Jakarta, 9 Desember 1981.
Tidak hanya lagu-lagu Nike Ardila yang disenandungkan Lia Nathalia dalam albumnya, tetapi pernak-pernik kehidupan Nike juga masih melekat padanya.
Seperti mobil Civic Genio bernomor D 27 AK yang pernah dikendarai Nike Ardila ketika terjadi musibah kecelakaan yang merenggut nyawanya masih tersimpan dan dipakai oleh Lia Nathalia.

Bahkan jalinan tali silaturahmi dengan keluarga Nike di Bandung dan Cimahi masih terjalin harmonis hingga sekarang.
“Itu kenangan dari almarhumn yang masih aku simpan dan aku pakai, dan itu menjadi memori tersendiri buat aku. Aku juga selalu menjalin tali silaturahmi dengan keluarga almarhum,” tukas Lia.
Lia memang bukan orang baru di blantika musik Indonesia, empat album telah ia hasilkan seperti album Selamat Tinggal Kekasih (1995), Hanya Satu Cinta (1998) dan Permata Cinta di tahun berikutnya.
Hal itu tak lain adalah sebagai bentuk kesetiaan pada sang idola. Warna-warna lagunya ‘satu bingkai’ alias memiliki kesamaan dengan lagu Nike, yakni ‘pop slow rock’ bernuansa ‘mellow’ romantis.
“Nike tak tergantikan oleh siapa pun, termasuk karakter suaranya yang khas. Dan saya adalah saya yang tak ingin main-main jika berbuat sesuatu dalam banyak hal, termasuk urusan olah vokal. Saya tidak mau disamakan dengan almarhum,” harapnya.
Lia kini sedang melakukan tour promo guna mempromosikan album terbarunya yang ia beri judul How Much I Love You. Di album ini, Lia ingin memancing rasa kangen banyak orang untuk bernostalgia dengan jenis lagu dan musik yang bernuasa beda di saat sekarang ini.

Lia Nathalia, bukan sekedar peniru Nike Ardilla
Lia Nathalia mengaku, sosok Nike Ardilla adalah sumber inspirasinya. Bukan ingin menggantikan almarhumah sebagai penyanyi, tapi bakat nyanyi memang ia miliki sejak kecil. Dan tiba-tiba seperti mendapat jalan ketika penyanyi yang dikaguminya itu tiada. Buktinya, album pertamanya yang berjudul “Selamat Tinggal Kasih” terjual di atas 100.000 keping.
Sebagai pengagum Nike, Lia bukan hanya mengambil karakter vokal sebagai modal nyanyinya, tapi dia juga membeli Honda Genio dengan seri nomor D 27 AK. Mobil sedan yang hancur dan merenggut nyawa penyanyi idolanya itu, kini, dirawatnya dengan baik sebagai miliknya. Terakhir, Lia bahkan memperdalam ilmu musik dan nyanyi pada Adjie Esa Poetra, guru nyanyi Nike Ardilla juga. “Saya seperti mendapat dorongan untuk melanjutkan karier almarhum,” katanya.
Lalu bagaimana bila Lia dituduh sebagai penyanyi peniru Nike Ardilla? Gadis cantik ini tidak keberatan. “Tapi saya lebih suka disebut kesetiaan. Orang boleh tergila-gila pada Elvis misalnya, saya punya hak untuk mengagumi penyanyi negeri sendiri,” tandasn ya.
Kini, Lia, tambah melejit setelah album keduanya “Hanya Satu Cinta”, muncul. Vokal Lia tambah matang, karena dia mampu menga tur ritme emosinya dalam struktur lagu yang ia bawakan. Hal ini sekaligus membuktikan, bahwa ia bukan hanya sekadar peniru sema ta. “Saya tetap mengembangkan kemampuan. Sebaliknya, kesetiaan saya pada Nike, saya wujudkan pada nafas lagu. Saya tidak mening galkan roh Nike dalam bernyanyi,” ungkapnya.


Dike Ardilla Tak Khawatir Jadi Bayangan Nike Ardilla
NAMA dan suara boleh mirip, tetapi Dike Ardilla alias Diana Utami memang digarap oleh Deddy Dores, yang dulu juga menggarap almarhumah Nike Ardilla. Sejak meluncurkan album perdana “Salah Sendiri”, Dike terus berharap bisa berduet dengan Deddy Dores. Lebih senang lagi, jika lagu yang dibawakannya itu pernah populer lewat vokal Nike Ardilla, pujaannya.
Dan impian itu terwujud, malah kenyataannya melampaui harapan. Dalam waktu dekat, Dike segera meluncurkan album berjudul “18 Special Best Seller” yang berisi lagu-lagu ciptaan Deddy Dores yang dulu pernah jadi hits ketika dibawakan Nike Ardilla seperti “Seberkas Sinar”, “Bagaikan Lilin Kecil”, “Hatiku bagai Terpenjara”, hingga “Bintang Kehidupan”. Di album ini, kemampuan Dike dieksplorasi. Dike harus bisa menghayati semua lagu Nike Ardilla dan penyanyi lain, seperti Nicky Astria, Inka Christy, Mayangsari, hingga Nafa Urbach.
“Saya senang bisa menyanyikan lagu ciptaan Deddy Dores. Tapi yang lebih membanggakan, saya bisa duet dengan beliau. Ini tantangan, karena saya harus bisa tampil sebaik-baiknya. Paling enggak, Deddy Dores kan sudah punya reputasi hebat. Pada awalnya saya sempat deg-degan sih, karena menyanyikan lagu berbagai penyanyi itu enggak mudah. Harus belajar karakter yang berbeda, namun berkat latihan yang tekun dan maksimal, saya telah lolos,” lontar Dike, kelahiran Bandung, 17 Mei 1982 ini.
Apakah Dike memang punya keinginan pindah jalur menyanyikan lagu-lagu daur ulang? “Tentu saja enggak, album kedua saya justru sudah rampung digarap. Hanya masih menunggu momen yang tepat untuk diluncurkan. Album daur ulang ini lebih tepat dikatakan sebagai langkah pendewasaan diri. Sebagai penyanyi, saya harus mampu menyanyikan lagu penyanyi lain. Harus siap sewaktu-waktu diminta menyanyi lagu lain,” ujar Dike, mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Pajajaran Bandung ini.
Tidak khawatir nanti Dike terlanjur dicap sebagai bayangan Nike Ardilla? “Terserah siapa yang memberinya. Padahal antara vokal mbak Nike dengan saya beda banget lho, cuma ya karena saya membawakan lagu-lagu lama milik mbak Nike dan ciptaan Deddy Dores, jadinya saya terus dicap bayangan Nike Ardilla. Memang, mbak Nike itu penyanyi dan aktris favorit saya, enggak ada yang lain,” alasan Dike.


Dike Ardilla Rela Terima Hujatan
Hujatan, cemoohan atau kritikan pedas adalah konsekuensi yang harus diterima penyanyi Dike Ardilla, yang disebut-sebut sebagai pengganti almarhumah penyanyi Nike Ardilla, yang meninggal beberapa tahun lalu dalam sebuah kecelakaan mobil di Bandung.
Apa yang ditunjukkan Dike dalam sampul kaset album kompilasi Sinar Harapan, membuat penggemarnya -yang juga penggemar fanatik Nike Ardilla- berang. ia diprotes keras lantaran tampil rada seksi. Padahal, menurut penggemarnya, Nike Ardilla tak pernah tampil dengan gaya seseksi itu. Nike, katanya, lebih suka tampil sederhana dan apa adanya. Sedangkan Dike malah kebalikannya.
“Ya apa boleh buat saya harus menerima kritikan itu. Meski banyak orang yang bilang wajah dan suara saya mirip, bukan berarti saya harus tampil seratus persen seperti dia (Nike Ardilla),” ujarnya saat ditemui di sela syuting video klip ketiganya, Sinar dari Langit, di Museum Fatahillah, Jakarta, Rabu (7/11).
Kehadiran putri sulung dari tiga bersaudara pasangan Yani Rusnawati dan Bintang Pribadi ke dunia rekaman dengan berbekal wajah dan suara yang konon mirip dengan almarhumah artis Nike Ardilla. Berawal dari penampilannya saat mengisi acara peringatan HUT RI di Bandung. Tanpa terduga, penyanyi yang punya nama asli Diana Utami dikenalkan dengan pencipta lagu dan aranjer Dhiemas AS. Kemudian, kehadirannya juga menarik perhatian Deddy Dores sang penemu sekaligus yang mempopulerkan nama Nike Ardilla di blantika musik tanah air.
Tentang kritikan itu, lanjutnya, ternyata tak hanya datang dari penggemarnya. Orang tua Dike juga turut berkomentar. “Aku sudah minta produser untuk menggantikannya. Padahal foto itu hanya dimaksudkan untuk koleksi pribadi,” ujar Mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran ini tanpa merinci foto yang dimaksud.
Dari album Salah Sendiri, katanya, telah dibuat tiga video klip, yakni Salah Sendiri, Jangan Kau Duakan dan SinarDari Langit, yang syutingnya dilakukan Rabu (7/11) di Museum Fatahillah.

Dike Ardilla,Terwujudnya Duet Dengan Deddy Dores
DALAM melangkahkan kaki di blantika musik, setiap artis pasti mempunyai impian indah di benaknya. Tak terkecuali Dike Ardilla, yang sejak lama terobsesi ingin berduet dengan pencipta lagu kenamaan, Deddy Dores. Harapan tersebut terwujud lewat album kedua mojang Priangan ini yang bertajuk 18 Special Best Seller.
Sebanyak 18 lagu yang dinyanyikan Dike dalam album ini didominasi ciptaan Deddy Dores yang pernah hits lewat suara Nike Ardilla dulu. Seperti Seberkas Sinar, Sandiwara Cinta, Nyalakan Api, Bagaikan Lilin Kecil, Hatiku Bagai Terpenjara, dan Bintang Kehidupan.
Melantunkan tembang-tembang lawasnya Nike Ardilla bagi Dike sama sekali tidak masalah karena karakter suaranya memang begitu mirip dengan almarhumah. Tapi jika membawakan lagu penyanyi lain, kemampuan gadis yang bercita-cita jadi penari ini rasanya masih perlu diuji.
Selain tembang hits Nike Ardilla dalam album 18 Special Best Seller ini masih terdapat lagu-lagu yang pernah dilantunkan penyanyi lain dari Nicky Astria, Mayangsari, Inka Christy, Salem, Siti Nurhaliza sampai Nafa Urbach.
“Saya senang bisa menyanyikan lagu-lagu ciptaan Deddy Dores, tapi yang membanggakan saya bisa duet dengan beliau. Ini tantangan. Saya harus bisa tampil sebaik-baiknya, karena Deddy Dores sudah punya reputasi hebat,” sanjung Dike mengungkapkan kekagumannya pada pencipta lagu yang selalu tampil berkacamata itu.
Gadis bernama lengkap Diana Utami yang kelahiran Bandung, 17 Mei 1982, ini juga mengakui sempat deg-deg-an tatkala harus membawakan tembang hit yang pernah dibawakan penyanyi lain. Menurut mojang berbintang Taurus ini melantunkan lagu-lagu penyanyi lain itu tidak mudah. “Tapi sejauh ini saya sudah berusaha semaksimal mungkin,” tandas puteri sulung kesayangan pasangan Bintang Pribadi dan Yani Rusnawati ini dengan keyakinan besar.






Dike Ardilla, Ambisi Mengulang Sukses Nike Ardilla

SEJAK kepergian Nike Ardilla beberapa tahun silam, banyak pihak yang berusaha mencari penggantinya. Lomba mirip wajah penyanyi asal Bandung tesebut pun kerap digelar di berbagai kota, begitu juga lagu-lagu yang pernah dinyanyikan almarhumah. Namun sejauh itu belum berhasil mendapatkan hasil seperti yang diinginkan.
Namun dalam lomba mirip wajah yang diselenggarakan Radio Ganesha di Bandung, muncul sosok Nike Ardilla baru yang seolah merasuk dalam jiwa dan raga seorang pesertanya. Karena wajah dan suaranya begitu mirip almarhumah Nike, gadis yang sebenarnya bernama Diana Utami ini pun dinobatkan sebagai pengganti almarhum Nike Ardilla, oleh penggemar Nike yang tersebar di Jakarta, Bandung, dan Bekasi, lalu namanya pun dibaptis menjadi Dike Ardilla.
Gadis ini adalah puteri sulung dari pasangan Bintang Pribadi dan Yani Rusnawati. Sejak kecil memang mengaku sudah menyukai lagu-lagu Nike Ardilla. Karena wajah dan suaranya mirip Nike, belakangan setiap ada acara Dike sering diundang untuk menyanyikan lagu Nike Ardilla. Seringnya tampil di pentas membawa gadis yang hobi renang ini kepada perkenalannya dengan Dhiemas AS, seorang pencipta lagu dan aranjer.
Lewat Akurama Record, Dike kini dijajal masuk dapur rekaman dan merilis album bertajuk Salah Sendiri. Video klipnya bahkan telah dibuat dengan lokasi syuting di kawasan Anyer.
“Kami sebelum ini pernah bersama-sama dengan Dike ke rumah orang tua Nike. Mereka sama sekali tak keberatan Dike menyanyikan lagu-lagu Nike. Bahkan Dike sudah dianggap anak sendiri, lalu Dike berziarah ke makam Nike,” begitu ungkap Sri Mandaline, produser Akurama.
Dike dikontrak Akurama untuk 80 judul lagu dalam jangka waktu 8 tahun. Cewek yang kini duduk di Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjajaran ini termasuk artis pendatang baru yang bisa menguasai teknik vokal Nike.
Hanya dalam tempo 5 jam Dike menyelesaikan 12 lagu dengan kualitas prima, padahal ia hanya belajar beberapa saat sebelum rekaman. “Saya merekam Dike dari jam 10 malam hingga jam 12 malam, bisa dapat 5 lagu,” demikian menurut Dhiemas.

Epigon Nike Ardilla Yang Dihujat

SETELAH berani memproklamirkan diri sebagai pengganti sosok almarhumah Nike Ardilla, popularitas Dike Ardilla memang mulai menanjak. Namun di sisi lain, banyak cemoohan dan kritikan ditujukan padanya. Karena Dike dianggap sebagai orang yang meniru popularitas Nike yang sudah menjadi idola bagi para penggemar fanatiknya.
Bukan hanya itu, ternyata Dike juga dikritik oleh penggemar Nike karena tampil seksi dalam sampul album kompilasi Sinar Dari Langit. Menurut para penggemar tersebut, Nike sebelumnya tidak pernah tampil dengan busana seperti itu. Nike lebih dikenal sebagai mojang Sunda yang berpenampilan sederhana.
Bagaimana Dike menanggapi hal tersebut? “Apa boleh buat, saya harus menerima kritikan itu. Meskipun banyak orang yang bilang wajah dan suara saya mirip, bukan berarti saya harus tampil seratus persen seperti dia,” kilah gadis muda yang saat ini sedang sibuk menggarap video klip ketiganya untuk lagu Sinar Dari Langit dari album perdananya, Salah Sendiri.
Menurut Dike, sebenarnya foto yang terpampang di album tersebut adalah foto koleksi saja. Ia juga mengaku sudah berusaha untuk menggantinya demi mendapat kritikan. “Saya sudah minta produser untuk menggantinya. Padahal foto itu hanya dimaksudkan untuk koleksi pribadi saja,” tuturnya.
Sementara itu, popularitas Dike berawal dari penampilannya saat mengisi acara peringatan HUT RI di Bandung. Tak disangka, gadis bernama asli Diana Utami itu dikenalkan pada Dimas AS, seorang pencipta lagu dan aranjer. Bukan hanya itu, ternyata Deddy Dores yang terkenal sebagai pemusik yang mengangkat Nike Ardilla pun tertarik dengan penampilan dan suaranya yang mirip Nike.
Yang jadi pertanyaan apakah popularitas Dike akan menyamai Nike setelah mendapat berbagai kritikan seperti itu? Kita lihat saja perkembangan penjualan album perdananya.

Mereka & Nama Besar Nike di Dunia Hiburan


Si Juara 3 Lomba Nyanyi Mirip Nike Ardilla
Wajah dara manis bernama lengkap Nurina Permata Putri ini memang masih belum terlalu dikenal. Setelah sempat menjadi juara satu kontes lawak di salah satu televisi swasta dan membintangi komedi situasi sebagai penyanyi dangdut, sepertinya artis yang akrab disapa Rina Sinden ini memang fokus ke dunia yang penuh tawa tersebut.
"Sebenarnya fokus awal bukan ke komedi. Pengennya nyanyi ama main film," jelas gadis kelahiran 16 Januari 1984 ini mengutarakan keinginannya yang sebenarnya.
Ternyata hasratnya sebagai penyanyi itu juga dilatarbelakangi oleh kiprahnya di dunia komedi. Saat dia dan kelompoknya, Jurnal, menang di API 3 tahun 2006, Rina kemudian ditawari main di sitkom sebuah televisi swasta.
"Di situ karakter saya jadi penyanyi yang bisa ngedangdutin semua lagu. Dari situ saya baru nyadar kalau saya punya kemampuan untuk itu," tambahnya.
Mungkin itu juga yang mendorongnya menerima tawaran untuk menjadi sinden dalam acara OPERA VAN JAVAyang akan tayang di Trans7 mulai 12 Desember mendatang. Saat ditemui dalam acara preskon Program Baru Trans7 Desember 2008 di studio Trans7, Jumat (05/12) sore kemarin, Rina mengaku tidak pernah belajar untuk menjadi sinden.
"Dari feeling saya aja, saya nggak pernah belajar. Bisa dibilang otodidak," katanya sambil menuturkan bahwa kebisaannya nyinden itulah yang membuatnya ditarik Trans7 untuk acara ini.
"Saya bisa nyanyi dari umur 4 tahun. Juga banyak dapat penghargaan dari berbagai lomba. Tahun 2002 misalnya juara satupop singer KNPI se-Jabar. Terus juga pernah juara satu lomba karaoke se-Jabar. Saya juara 3 lomba nyanyi mirip Nike Ardila. Sebenarnya saya sih pengennya jadi penyanyi profesional. Dengan komedi ini, saya berusaha menciptakan kesempatan ke arah sana," harap Rina.

Dinda Kanya Dewi Cuek Bak Nike Ardilla
Almarhum Lady rocker Nike Ardilla memang menjadi inspirasi banyak orang. Seperti Dinda Kanya Dewi yang mengikuti gaya cuek pelantun 'Deru Debu' tersebut.

"Gue suka banget gaya Nike Ardilla. Sekarang Back to 90-an saja," demikian tutur Dinda saat ditemui di kantor MD Entertainment, Jl. Tanah Abang 3, Jakarta Pusat, Senin (10/11/2008) malam.

Saat Nike Ardilla menemui ajal dalam kecelakaan di Bandung 1995 lalu, pemain sinetron 'Cinta Fitri' itu mengaku masih anak-anak. Namun sosok Nike Ardilla tetap saja membuatnya terkesan.

Kini Dinda tengah gemar bergaya boyish bak Nike. Ia pilih t-shirt longgar plus, skinny jeans, dengan topi hitam sebagai pelengkap gaya. Tak lupa kalung-kalung panjang serta gelang aneka warna membuat penampilannya semakin terkesan cuek dan tomboy.

Mantan kekasih Ricky Harun itu pun tak peduli apa yang akan orang katakan mengenai perubahan gayanya. Baginya kenyamanan berbusana adalah yang utama.

"Terserah orang bilang apa. Mau dibilang tomboy atau apa, yang penting gue asyik aja," ujarnya cuek.

Intan R.J Mirp Nike Ardilla & Nicky Astria?
Sebagai pencipta lagu Dewiq benar-benar tengah naik daun. Kali ini ia digandeng seorang presenter infotainment yang tengah mencoba jadi lady rocker.

Adalah Intan RJ, presenter infotainment Kiss yang menggaet Dewiq sebagai salah satu pencipta lagu di album terbarunya 'Be My Self.' Sejumlah lagu yang ada di album tersebut bergenre slow rock.

Karena genre tersebut tak sedikit orang yang beranggapan Intan ingin menjadi lady rocker masa kini. Ia disebut-sebut mirip Nike Ardilla dan Nicky Astria.

"Meskipun ada yang bilang aku mirip Nike Ardilla dan Nikcy Astria, aku nggak mau ikutin siapa-siapa," tukas Intan dalam jumpa pers di Kama Sutera Cafe, Hotel Crowne, Jakarta, Rabu (20/8/2008).

Ada dua lagu di album Intan yang diciptakan Dewiq. Dua lagu tersebut berjudul 'Apalagi' dan 'Iri.'

Ketika menciptakan lagu untuk Intan, Dewiq tak menemui kesulitan berarti. "Kan biasanya kalau bikin lagu itu harus ada kasus, tapi yang ini nggak, cepet sekali" tandas perempuan yang kini tengah naik daun dengan single BT itu.


CERITA MIRING TENTANG KEKE   
"Gue Nggak Munafik...."
Dalam suatu tajuk sebuah majalah hukum di Jakarta,tragedy yang menimpa penyanyi remaja yang bintangnya melangit,Nike Ardilla ,mengaitkan salah satu penyebabnya mungkin pengaruh alcohol atau obat-obatan.
Tanpa istirahat beberapa hari belakangan,ia langsung ke disko bersama-sama teman anak muda lainnya,yang tentu menapak kehidupan malam yang glamour disertai acara minum-minum dan melantai.

Sebagaimana dituturkan teman dekatnya Sofiatun,malam itu Nike memang hanya memesan orange juice,namun biasanya ia menenggak minuman Vodka,yakni sejenis minuman alkohol buatan Rusia. Malahan ada yang mengatakan bahwa di malam itu, Nike sudah mabuk berat akibat minum Cointreau, sejenis Liquor yang berkadar 40% dan bir. Bahkan yang lain memaparkan Nike memang akhir-akhir ini terbiasa oleh kehidupan bebas, bahkan dalam hal hubungan intim. Beberapa nama pemuda, Sandy Deny,Ary,dan Andra pernah menambat hati Nike.( Ini kata Majalah Forum Keadilan No.26 Tahun III, 13 April 1995).

Dalam hubungan ini, majalah tersebut pernah mewawancarai Nike beberapa bulan sebelum peristiwa tragis itu terjadi. Nike ditemui disela-sela syuting sinetron Trauma Marisa di Bilangan Utan Kayu, Jakarta Timur.
Waktu itu wajah Nike nampak pucat dan suaranya serak. Katanya ia sedang flu dan sariawan.

Sri Raharti dari majalah Forum dalam awal pertanyaannya adalah sekitar hobby Keke ke diskotik.
Nike menjawab bahwa orang-orang yang mengatakannya itu adalah sirik saja. “Mentang-mentang Keke artis, terus Keke gak boleh main ke disko? Gue kan masih muda…,” kilahnya.
Nike menolak tuduhan kalau ia pergi ke disko hampir tiap malam. Paling kalau lagi suntuk, stress sehabis syuting, ia main ke diskotik. “Buat ngilangin stress dan ketemu teman. Pokoknya cari suasana lain, Gue nggak munafik,” kata Nike.

Keke menjelaskan tentang suaranya nggak bagus lagi,gara-gara banyak merokok dan suka teler. Waktu ia manggung di Surabaya, dimana ia lagi batuk, jadi suaranya serak.
Tadinya ia mau menunda konser itu, tapi sudah kepalang dijual karcisnya, jadi terpaksa keke nyanyi. Memang suaranya nggak bagus, tapi bukan karena teler. “Enak saja orang bicara. Kalau Nike suka merokok, lantas dianggap melanggar hukum. Artis lain juga suka minum, merokok, kok nggak diomongin?” tangkisnya.
Hanya Tuhan Yang Tahu

Soal tidak pernah menjelaskan hal ini, Nike menganggap tidak perlu. Biarin orang bicara. “Yang tahu bagus jeleknya Keke, Cuma Tuhan. Soal orang-orang ngomongin yang nggak-nggak, emangnya Keke pikirin…”katanya. Nike merasa tidak terganggu dengan omongan itu, apalagi dengan karirnya. Buktinya tawaran sinetron tetap banyak. Dalam sinetron, Keke selalu mendapatkan peran sebagai orang yang baik. “Kali tampang gue tanpa dosa,” komentarnya terkekeh-kekeh.


Menyinggung tentang gaya Keke di majalah Utusan Radio dan TV Malaysia (URTV) dianggap terlalu vulgar, Nike berkomentar, bahwa ia nggak begitu mengerti tentang tuduhan itu. Menurut Nike baju yang dipakai itu biasa-biasa saja. Nike pakai celana pendek. Biasanya juga kalau lagi show, Nike suka pakai kostum semacam itu. “Masa gara-gara pakai baju itu,saya terus dibilang Bom-Sex, ih….amit-amit….”

Adapun banyak pose Keke yang nada berani di beberapa majalah,ia balik bertanya. “Memangnya nggak boleh? Namanya juga anak muda. Keke kan model, jadi harus professional. Kalau kita punya badan bagus kan wajar ingin menampilkannya sama orang lain. Kayak Marilyn Moenroe gitu, ha….ha…ha ‘” katanya terbahak.

Keke memang suka banget dengan Marilyn Moenroe, bintang terkenal Hollywood yang tewas menenggak pil tidur berlebihan, ketika ia dalam puncak ketenarannya.
Dia menjadi idola Keke, sampai poster-posternya menyolok menghiasi kamar tidur Keke. Nike tidak pusing atas keberatan dari orang-orang karena pose-posenya tubuhnya yang dianggap menyolok (walah…pose Nike bagus-bagus kok….gak ada yg vulgar sama sekali – CuPs-). Malahan katanya, itu lebih bagus, sebab sudah lama ia tidak diomongin orang.

Pokoknya,ia katanya sudah bekerja keras dan bagus,juga nggak merugikan orang lain. Hasil yang didapat Nike dari karya-karyanya itu, ia belikan tanah dan mobil, ada juga tabungan. Yang menangani manajemen kegiatannya adalah ayahnya sendiri. Maunya Nike mencari manajer yang seperti di luar negeri. Tapi di Indonesia, nggak ada manajer kayak gitu katanya. “Kita yang kerja keras, mereka malah nyomotin hasilnya…” Kalau karya-karya Nike sudah tidak laku lagi,berarti ia tidak popular lagi.Bila sudah demikian maka Nike akan kawin saja.

Sebenarnya Keke ingin sekolah lagi. “Maunya ngambil jurusan hukum, tapi katanya susah. Malah ada temen Keke yang saking kesalnya ngapalin buku, terus buku itu dibakar,…hahahahhaha.”











ORANG TUA SI NENG MEMBANTAH :  " SAYA YAKIN,NIKE TIDAK SEPERTI ITU.

Sebuah media cetak Ibu Kota menulis,Nike Ardilla dan kawan-kawannya menenggak obat sebelum terjadi kecelakaan yang menewaskan artis belia itu.Keluarga Nike pun angkat bicara, “Itu Cuma penafsiran si penulis! “, Selain keluarga Nike,beberapa pihak lain juga merasa dipojokkan.Apa komentar mereka?

“Ya Allah,Nike mau minta tolong mudah-mudahan Nike sukses dalam karier dan kehidupan Nike.Nike tahu,Nike banyak dosa.Semoga Alah maafin Nike.Nike sekarang udah punya cowok baru.Mudah-mudahan Nike ada di dekat Allah dan Allah ada di dekat Nike dan keluarga Nike.Amien… Kalau ada orang yang mau jahat pada Nike,tolong dong lindungin Nike.Nike takut banget. Sumpah,Nike sekarang sedang tidak punya uang.Berilah Nike pekerjaan dan rezeki yang banyak…yach…yach? Gimana si doi lagi marah ama gue…ya nggak?.............”

Itulah sebagian catatan curahan hati Nike Ardilla yang ia tuliskan diatas selembar kertas.Isinya rata-rata berupa pengaduan dari berbagai masalah yang dihadapinya.Dari soal kehilangan cincin,sampai soal cinta.Semuanya tanpa tanggal dan hari.Yang menarik…..Nike selalu mengadu kepada Tuhan. Dari situ bisa diketahui, si Neng sebetulnya ingin selalu berada dekat dengan Tuhan.Ini sejalan dengan ucapan Ny.Nining,ibunda Nike, “ Si Neng itu taat sembahyang.
Kalau punya persoalan apa pun,dia lebih senang mencurahkannya di buku harian.Mungkin,karena dia tidak ingin kami ikut susah.” Atas dasar itu pula,keluarga Nike merasa kecewa,karena masih ada saja media massa yang mengorek-ngorek keburukan Nike.

Belum lagi air mata ini kering,sudah ada yang menulis,Nike dan teman-temannya menenggak pil di Kintamani Restaurant & CafĂ© sebelum terjadi kecelakaan yang menewaskan dirinya.Malah,perselisihan Nike dengan beberapa rekannya beberapa waktu lalu,dikatakan karena masalah ganja. “Saya yakin si Neng tidak seperti itu,memakai obat-obatan terlarang.Kalau pun ada berita buruk soal putri kami,itu Cuma penafsiran si penulis saja,” Sanggah ayah Nike.Ditambahkannya,Nike sering dikawal ibunya tiap rekaman atau show,sehingga kecil kemungkinan Nike melakukan perbuatan menyimpang itu. “ Lagi pula sejak kecil,saya selalu memberi bekal agama yang kuat pada si Neng.” Ny.Nining membenarkan penuturan suaminya.
“Biasanya saya selalu mengantar si Neng ke mana pun dia pergi.Baru dua bulan terakhir ini saja,saya terpaksa tidak ikut.Karena rata-rata si Neng syuting di luar kota,” tuturnya lirih. “Kalau pun lepas dari pengawasan,apa iya….waktu dua bulan itu cukup untuk mengubah Nike menjadi berani berbuat seperti itu? Rasanya tidak.” Sekalipun berada di luar kota,” Si Neng selalu menelpon kami atau kirim faksimili.Secapek apa pun dia.Jadi,komunikasi selalu terjalin,” tambah Ny.Nining.

Pemberitaan itu juga disesalkan Alan,salah satu kakak Nike, “ Kami betul-betul heran.Orang sudah meninggal kok masih dipojokkan,” ujar Alan mengaku sangat berang membaca tulisan itu. “Tapi setelah membaca imbauan Dewan Kehormatan PWI di koran agar media massa tidak menulis yang berlebihan soal Nike,saya memilih menyerahkan semuanya pada Yang Di Atas.”

Bahwa Nike tidak dalam keadaan teler sesaat menjelang kepergiannya,juga ditegaskan Iqbal,Manager Bar & Restaurant Kintamani.Ia menyayangkan pemberitaan yang menyebut nama restaurantnya sebagai ajang pesta obat Nike dan kawan-kawannya. “Yang saya sayangkan,kenapa kami tidak dimintai konfirmasi.Padahal,sudah jelas sama sekali mereka tidak minum pil atau mabuk-mabukan.Pesanannya pun, 2 bubur ayam,3 orange juice,1 draft beer (beer ini kalo ga salah diminum temennya Nike,critanya Nike nraktir temennya ygkebetulan ketemu di situ –Red--),nasi goreng,dan 8 aqua gelas,” kata Iqbal kesal.

Iqbal menjelaskan,sekitar pulul 04:00 rombongan Nike tiba di restaurantnya ,” Mereka di sini sekitar satu jam.Saya tahu persis,karena saya tugas malam.Wajah Nike memang kelihatan letih.Tapi saya pikir itu wajar,karena mereka mungkin habis bepergian.Sedangkan tingkah teman-teman Nike juga tampak wajar saja.Seingat saya,selain Atun,enam teman Nike lainnya cowok semua,” tutur Iqbal.

Masih cerita iqbal,pagi itu Nike dan kawan-kawannya mengambil tempat di lantai bawah. “Biasanya sih,dia ke lantai dua karena ada fasilitas karaoke.Tapi tumben,kali itu tidak.Saya masih ingat ketika menyalakan lampu lantai bawah yang tadinya sudah kami matikan.Saat itu Nike sempat bercanda,”nyala lampunya kok kayak petir.”

Tempat duduk rombongan Nike,lanjut Iqbal,cukup jauh dari kamar mandi. “Jadi kalau ada yang menulis pembagian obat itu dilakukan di kamar mandi,emnurut saya nggak benar.Sebab,kalau memang itu yang mereka lakukan,pasti saya melihat mereka bolak-balik ke kamar mandi.Tapi saat itu,tak satu pun di antara mereka yang ke kamar mandi.Saya bersedia kok dijadikan saksi kalau memang diperlukan,”tandasnya.

Kisah Hidup Nike Ardilla Akan Di Layar Kacakan

Kisah hidup Nike Ardilla hingga ia tewas pada 1995 dalam sebuah kecelakaan di Bandung akan diangkat ke layar sinetron.Sinetron ini diproduksi secara patungan oleh Deddy Dores dan artis yang tergabung dalam Suara Perjuangan Artis Indonesia (SPAI).
Sebagai penyanyi,Nike boleh dibilang anak emas Deddy Dores.Banyak lagu yang diciptakannya untuk Nike sukses di pasaran.Diantaranya Seberkas Sinar dan Bintang Kehidupan.Sampai kini pun lagu-lagu Nike masih kerap terdengar di radio maupun di rumah-rumah penggemarnya.Ide mengangkat kisah Nike ke layar lebar tak lain karena desakan penggemar Nike sendiri.Kemudian Deddy mencoba merealisasikan kehadiran sosok Nike dalam bentuk visual.Namun belum dapat dipastikan apakah kisah ini akan diangkat dalam bentuk sinetron atau layar lebar.
Pastinya bersama rekan-rekan yang tergabung dalam SPAI,Deddy mencoba mengangkat kisah Nike untuk mengobati kerinduan penggemarnya. "Banyak fans nya yang meminta agar kisah Nike diangkat dalam sebuah sinetron atau film layar lebar," tuturnya di Jakarta belum lama ini.
Pencipta lagu pop yang tak pernah lepas dari kacamata hitam ini mengungkapkan,Nike adalah penyanyi orbitannya yang paling sukses.Kesuksesanya didasari perasaan cinta cinta yang tulus pada Nike,sehinga setiap lagu ciptaannya yang dinyanyikan Nike benar-benar berasal dari hati. "Saya jatuh cinta sejak pandangan pertama pada Nike,tak heran jika lagu yang saya ciptakan berawal dari hati yang paling dalam," ungkapnya Jujur.
Awalnya Deddy berencana menggarap langsung kisah kehidupan Nike dalam bentuk film layar lebar.Sayangnya untuk membuat film itu diperlukan dana yang sangat besar,sementara sasaran yang dibidiknya sementara ini kemungkinan akan dikemas dalam bentuk sinetron. "Tapi lihat dulu perjalanan syuting ini,kalau bagus mungkin akan langsung diangkat ke film layar lebar.Walaupun kita (SPAI) akan berusaha mencari dana untuk membiayai produksi itu," kata Deddy.
Dalam sinetron ini sengaja Deddy mencari pemeran Nike yang benar-benar baru.Pilihan itu jatuh pada Dewi Astuti yang wajahnya mirip Nike Ardilla (mudah-mudahan beliau sukses menghayati perannya,tapi siapakah Dewi Astuti??).Alasan memilih Dewi,Deddy ingin menciptakan image baru tentang sosok Nike sesungguhnya.
"Kalau saya memakai artis yang sudah terkenal seperti Marshanda atau Agnes Monica,mungkin image mereka sendiri yang akan muncul.Sementara sosok Nike yang diinginkan akan tenggelam dalam sosok asli pemeran yang sudah punya nama itu," katanya.
Sinetron bertajuk BINTANG KEHIDUPAN ini akan didukung artis terkenal Meriam Bellina dan Boy Tirayo.Deddy berharap dalam tiga bulan produksinya ini sudah dapat dinikmati masyarakat yang rindu akan sosok Nike Ardilla.Untuk produksi ini,Deddy mengaku menyiapkan dana 110 juta tiap episodenya,"Kita coba kerja cepat,maksimal,dan efiisien," tandasnya.
Firman Bintang,Produser Anugrah Damai Sejahtera Production,yang semula hendak memproduksi sinetron tentang riwayat hidup Nike Ardilla,mundur dan terpaksa membatalkan niatnya.Dia merasa kecewa terhadap Denny Sabri,katanya telah menjual riwayat hidup Nike kepada Herry Topan (produser juga).Padahal ,Firman mengaku lebih dulu "mendapat izin"  dari ayah Nike akhir Maret 1995.Ketika itu,dia yang hendak memproduksi sinetron SEBERKAS SINAR,datang ke rumah orangtua Nike untuk menyumbang Yayasan Wawasan Nusantara milik almarhumah.Saat itulah,katanya ayah Nike memintanya untuk memproduksi sinetron tentang perjalanan hidup anaknya yang telah meninggal itu.
"Saya tentu sangat senang mendapat kepercayaan itu.Tetapi saya tidak dapat langsung mengerjakan begitu saja.Saya bilang pada ayah Nike,bahwa saya harus membuat proposal dulu,juga mendapatkan bahan cerita tentang Nike dari orang-orang terdekatnya.Saya tidak mau sembarangan produksi,karena ini kisah nyata," kata Firman Bintang.
Masuk akal bila kemudian ayah Nike menyerahkan kepada Denny Sabri,untuk membuat buku riwayat hidup Nike.Meskipun buku tersebut,memang terbukti tak kunjung hadir. "Saya kecewa dan makin kecewa begitu tahu Denny menjual cerita Nike kepada orang lain," jelasnya.Kalau benar demikian,Firman mengatakan,sosok yang pernah menjadi pengorbit Nike Ardilla itu tidak berhak menjual riwayat hidup Nike Ardilla kepada produser lain,Herry Topan.Soalnya selain Denny Sabri bukan keluarga Nike,dia juga bukan pemegang opsi tunggal.
"Yang saya tahu Denny diminta membuat buku.Nah bukunya saja tak pernah beres,kok sekarang dia malah menjualnya untuk sinetron.Dia diberi gratis oleh keluarga Nike,kenapa dia berani menjualnya?" Wajar,kata Firman kemudian,bila orangtua Nike kecewa.Menurut hasil wawancara dengan ayah Keke,pekan silam (taon 95),dia mengatakan belum mengetahui benar tidaknya Denny Sabri menjual riwayat hidup Nike kepada pihak lain.Tapi kalau benar hal itu sudah terjadi,maka Herry Topan sudah berada di depan Firman Bintang,yang akhirnya memang lebih memilih mundur,dan akhirnya memilih memproduksi sinetron MATAHARIKU,yang soundtracknya dibawakan Nike yang judulnya MATAHARIKU juga,ciptaan Deddy Dores.









Nama besar Nike Ardilla tampaknya menjadi jaminan ajang bisnis.Meski orangnya sudah meninggal 100 hari silam (artikel taon 95 nih-red),namanya masih cenderung dimanfaatkan pihak-pihak tertentu.Setelah kasetnya laku keras misalnya,situasi ini turut dimanfaatkan rumah-rumah produksi.Belum lama ada dua produser yang saling berlomba merebut rezeki,berniat akan mengangkat riwayat hidup almarhumah.
Ada yang kalah (baca: Firman Bintang Mundur....),ada yang mengaku sudah mengantongi izin tertulis dari pihak keluarga.R.E.Kusnadi selaku orangtua Keke,tentu saja merasa tersinggung,dan ia menilai,semua itu dilakukan orang dalam upaya mengeruk keuntungan di atas penderitaan orang lain.
Sampe sini
http://www.nikeardilla.net/bintang_kehidupan/artikel.htm?page=3
http://www.nikeardilla.net/bintang_kehidupan/artikel.htm?id=211&page=2

http://nikeardilla.blogdetik.com/author/nikeardilla/page/2/

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar